Main Sepak Bola Ternyata Bisa Optimalkan Tumbuh Kembang Si Kecil, Simak Penjelasan dari Pakarnya!

Rabu, 31 Juli 2019 | 13:03 WIB

Moms tentunya ingin tumbuh kembang Si Kecil yang optimal agar ia bisa menjadi versi terbaik dari dirinya. Karena itu untuk menjadikan Si Kecil versi yang terbaik maka Moms juga harus memberikan yang terbaik.

Tahukah Moms kalau tumbuh kembang Si Kecil yang optimal ternyata dipengaruhi oleh kegiatan bermainnya?

Sekarang ini banyak anggapan bahwa Si Kecil yang berprestasi adalah mereka yang menghabiskan waktunya untuk belajar akademis saja. Nyatanya dengan jam sekolah yang panjang serta pelajaran tambahan atau les untuk Si Kecil yang tidak memiliki gangguan kecerdasan akan menurunkan atensi dan konsentrasinya.

Sehingga Moms perlu mendukung tumbuh kembang Si Kecil dengan menyelaraskan akademis dengan kegiatan bermain mereka.Seorang Psikolog Anak Roslina Verauli mengatakan bahwa penting untuk Si Kecil yang berusia 6-12 tahun untuk punya waktu bermain yang terorganisir seperti olahraga.

“Anak-anak se-dunia sedang semangat sekali mengikuti olahraga salah satunya adalah sepak bola,” ujar Roslina Verauli, psikolog anak. Ia memaparkan bahwa bergabung dengan tim sepak bola penting dibandingkan belajar akademis sepanjang waktu.

Ia juga memaparkan sebuah riset tentang hubungan olahraga dengan belajar akademis. Ternyata saat anak diberikan waktu kegiatan olahraga di jam sekolah, justru performa akademis anak-anak mengalami peningkatan.

Selain itu, kegiatan ini sangat bagus untuk kesehatan tubuh Si Kecil agar tetap bugar sesuai usia mereka. Bukan hanya kompeten secara fisik melainkan mereka juga berkompeten secara emosional dan sosial jika olahraga.

Kecenderungan agresivitas kepada Si Kecil yang diberikan kesempatan untuk bermain dalam bentuk olahraga, seperti sepak bola akan berkurang dan lebih meningkatkan rasa percaya diri.

Selain itu sepak bola akan membuat atensi, konsentrasi, serta keterampilan sosial Si Kecil akan menjadi lebih baik.

Melalui sepak bola juga Si Kecil akan mulai mengembangkan kemampuan followership dan leadership mereka.

Bahkan Si Kecil juga akan mampu mentransfer nilai-nilai yang mereka dapatkan di lapangan pada saat mereka latihan bola ke ruang kelas. Ini terlihat dalam bentuk kemampuan Si Kecil saat berkolaborasi, berdiskusi di kelas, bahkan sampai ke senang menikmati tantangan akademis yang ada di sekolah.

Jadi Moms diharapkan bukan hanya memberikan nutrisi, kasih sayang, dan pendidikan saja yang baik.

Melainkan mengenalkan pelajaran kehidupan ke Si Kecil sejak dini akan memberikan tumbuh kembang yang optimal.

Melalui kegiatan olahraga, terutama sepak bola maka Si Kecil akan mempelajari nilai-nilai kehidupan di luar akademis.

“Melalui sepak bola anak akan dapat belajar mengenai kebersamaan, kejujuran, rendah hati saat menang dan lapang dada saat kalah.” Ujar Roslina Verauli.

Sehingga kegiatan sepak bola ini pun menjadi sangat bermanfaat untuk tumbuh kembang mental Si Kecil. Selain itu bergabung dengan olahraga yang terorganisir akan membuat Si Kecil yang pemalu berkurang kecemasan sosialnya.

Karena dengan berkumpul bersama teman-teman seusianya itu akan membantu mereka berkomunikasi dengan dunia luar. Akan tetapi semua proses ini sangat penting untuk didukung oleh Moms.

Roslina juga menghimbau orangtua yang suka memberikan les kepada Si Kecil yang tidak memiliki gangguan kecerdasan.

“Untuk anak yang tidak memiliki gangguan kecerdasan, lebih baik alokasikan waktunya untuk bermain. 1-2 jam dalam sehari bagus sekali untuk mereka. Hal ini untuk meminimalisir adanya kekurangan kebutuhan emosional oleh Si Kecil. Sehingga akan berdampak ke atensi dan konsentrasi mereka saat belajar,” pungkas Roslina.

 

 

Sumber: Nakita

Bagikan ke :