5 Cara Supaya Anak Menikmati Proses Belajar

Senin, 6 Mei 2019 | 14:08 WIB

Anak-anak tak mau belajar ? Wajar jika kita sebagai orang tua kesal. Namun, orang tua perlu tahu salah satu penyebab anak sering malas belajar yakni dia tak tahu gimana caranya belajar. Hasilnya, anak jadi tak menikmati aktivitas belajarnya.

Para peneliti dan pendidik berpengalaman menemukan seringkali siswa tak memiliki kebiasaan belajar dan keterampilan yang baik. Atau, mereka belajar karena disuruh dan takut dimarahi. "Agak mengejutkan betapa banyak siswa yang tidak tahu bagaimana caranya belajar, yang membuat mereka frustrasi dan tak bisa menikmati kegiatan belajar," kata Henry Roediger III, profesor psikologi dan ilmu otak di Washington University, St. Louis, dan rekan penulis buku Make It Stick mengutip The Washington Post.

Roediger bilang, seharusnya anak-anak diajarkan keterampilan belajar di kelas tiga atau empat serta diperkuat selama di sekolah. Roediger III dan peneliti lain telah menemukan beberapa cara belajar populer seperti membaca ulang, menandai dengan stabilo bagian pelajaran yang penting, atau meringkas materi tidak terlalu efektif, terutama untuk jangka panjang. Peneliti juga menemukan ketika siswa mempelajari keterampilan belajar, nilai mereka di sekolah lebih baik dan mereka lebih enjoy saat belajar. 

Berikut beberapa saran dari para ahli tentang cara mengajar anak-anak untuk belajar lebih efektif: 

1. Persiapkan

Christine Martin, pendidik anak usia dini dan penulis buku You've Got This! Keys to Effective Parenting for the Early Years mengajak untuk menetapkan waktu belajar dan rutin mengerjakan pekerjaan rumah. Pola ini dapat dimulai sejak awal sekolah dasar, dengan jadwal waktu membaca atau permainan yang terstruktur.

"Dan meskipun kadang teknologi dibutuhkan, ketegasan tetap diperlukan orang tua. Lalu, orang tua ( https://bit.ly/2Y7oiur ) jangan terlalu banyak membantu dan tahan keinginan mengomel karena ini akan membuat anak takut belajar," kata Martin. Dalam menetapkan aturan dan jadwal, lanjut Martin, libatkan anak dengan mendengar masukan dari mereka. Jangan lupa, pantau hasil pekerjaan anak. Untuk waktu belajar, para ahli menyarankan kalikan tingkat kelas anak dengan 10. Hasilnya adalah berapa menit anak harus belajar setiap harinya.

2. Beri waktu istirahat

John Dunlosky, psikolog di Kent State University di Ohio yang telah melakukan penelitian tentang teknik pembelajaran mengatakan memberi anak istirahat di sela-sela waktu belajar termasuk yang paling efektif. Misalnya, anak belajar beberapa saat kemudian istirahat, dan belajar lagi. Menurut Dunlosky, anak yang belajar selama satu jam selama tiga hari seminggu akan mengetahui informasi lebih baik daripada seorang siswa yang menghabiskan waktu belajar tiga jam dalam satu malam. Sedangkan, menurut Nate Kornell, peneliti lain dan profesor psikologi di William College di Massachusetts, waktu jeda mungkin membuat anak belajar kembali dengan lebih efisien dan mendalam.

3. Campur

Pelatih dan guru musik telah lama mengetahui siswa mereka mendapat manfaat dari mempraktikkan beberapa keterampilan dalam satu sesi. Roediger mengatakan hal yang sama bisa berlaku untuk tugas akademik. Ketika sesi belajar mencampur topik atau pendekatan, itu membantu siswa membedakan antara jenis masalah dan memilih metode yang tepat untuk masing-masing materi.

4. Mengulang

Para peneliti menegaskan mengulang materi adalah teknik belajar yang paling efektif. Tapi jangan lupa, orang tua juga perlu bertanya pada anak mana materi yang sudah mereka pahami dan belum.

5. Buat materi lebih mendalam

Usahakan Mommy dan Daddy bukan membuat anak menghafal. Sebab, menghafal materi membuat anak mudah melupakannya. Sebaliknya, ketika anak paham dengan materinya karena mengerti, bukan karena menghafal, materi tersebut akan melekat lebih lama di memori anak. Sebagai orang tua, sudah menjadi keharusan membantu anak belajar di rumah. Artinya, Mommy bukan dalam posisi memerintahkan mereka untuk belajar saja, tapi ikut mendampingi dan mengawal proses belajar.

Memberi motivasi pada anak untuk tetap semangat belajar juga penting sekali, Moms. Hal ini untuk mengantisipasi, berkurangnya ketertarikan mereka dalam mempelajari sesuatu dalam jangka waktu lama. Jennifer Fredricks, PhD, seorang profesor pengembangan SDM di Connecticut College mengatakan bahwa tindakan sederhana seperti memotivasi dapat mendatangkan efek positif bagi anak. Sehingga, mengubah mereka tertarik dengan materi bisa membuat mereka jadi pembelajar yang lebih unggul.

 

 

 

Sumber : haibunda

Bagikan ke :