4 Cara Menanamkan Body Image Positif pada Anak

Jumat, 8 Februari 2019 | 09:21 WIB

Menanamkan citra diri atau body image positif pada anak penting banget, Moms. Dengan begitu, anak bisa menerima dirinya, tidak minder dan percaya diri. Nah, ada lho empat cara yang bisa Mommy dan Daddy lakukan untuk menanamkan body image positif pada anak.

Disampaikan psikolog anak dan keluarga dari Klinik Terpadu Fakultas Psikologi UI, Anna Surti Ariani yang akrab disapa Nina, orang tua juga perlu menunjukkan bahwa mereka punya body image positif. "Saat orang tua mengomunikasikan body image ke anak dengan kurang tepat otomatis orang tua menyampaikan pesan gimana si orang tua menerima tubuhnya. Misalnya si ibu bilang 'Duh, perut mama gendut banget' itu ada pesan anak perutnya kebetulan gendut dan jelek dong berarti," tutur Nina.

Nah, supaya body image pada anak positif, empat hal ini bisa Mommy dan Daddy lakukan :

1. Menerima Anak Apa Adanya

Sebagai orang tua pastikan kita menerima anak apa adanya dan bagaimanpun kondisi dia. Dengan begitu, akan tertanam di benak anak bagaimana kondisinya dia tetap diterima di keluarganya dan disayang.

2. Jadikan Hal yang Mungkin Negatif Jadi Positif

Kadang, anak minder dengan penampilannya. Misalkan, dia punya tanda lahir yang cukup besar di wajah. Kata Nina, orang tua bisa mencoba mengatakan tanda lahir itu bisa jadi ciri khas si kecil sehingga dia tidak tertukar dengan anak lain. "Kita ubah bahwa kelemahan dia kita jadikan keuntungan untuk anak," ujar Nina.

3. Jangan Pernah Bandingkan Anak

Ingat, Moms, jangan pernah bandingkan apalagi menghina anak. Misalkan nih, ada anak lain yang kulitnya putih dan kita sampaikan ke si kecil kulit dia kok jauh lebih gelap ketimbang si anak itu. Sebab, dengan dibandingkan begitu anak merasa dirinya tidak berharga dan rendah. Alhasil, body image pada anak yang tercipta adalah body image negatif.

4. Temukan Hal Positif di Diri Anak

Tiap orang memang punya kekurangan dan kelebihan. Setuju ya, Moms? Ketika anak memang punya kekurangan jangan lupa tekankan apa kelebihan yang dimiliki anak. Nina mencontohkan, tidak masalah jika anak tidak terlalu tinggi. Namun, tekankan bahwa dia juga jago masak. "Kemudian mungkin anak punya tompel di wajah tapi dia adalah pendengar yang baik bagi teman-temannya. Kita cari sisi positif anak yang tidak terkait fisik sehingga dia tahu punya sesuatu yang baik pada dirinya," tutur Nina.

 

Jadi, di dalam diri anak tertanam 'Ya, memang saya punya kekurangan tapi saya pun punya kelebihan yang bisa saya banggakan'. Dengan begitu, akan terbentuk body image pada anak yang positif, Moms.

 

 

 

Sumber : haibunda

Bagikan ke :